Jumat, 10 Februari 2012

Aku bekas Pelacur,sekarang begini??Akan kah kau nikahi???


Aku,Doniita 23tahun,janda muda beranak satu.Aku bertahan hidup dengan menjadi pelacur,menjadi penyanyi klub malam,bahkan model telanjang.Aku hanya bisa bertahan dengan pekerjaan itu saja.Aku yang cuma tamatan SMP didesaku,tak punya skill apa apa.Suami ku
yang dulu pergi entah kemana,kini aku disini,dikota besar yang berbahaya.Pertemuan ku dengan Deni,terjadi 8bulan lalu,ketika dia menjadi tamuku.Tak seperti laki laki lain,laki laki ini begitu mempesona.Sikapnya yang cuek justru malah membuatku gemas.Penampilannya yang apa adanya namun dengan ciri yang “berkelas” membuatku sudah tau siapa dia.Ya,laki laki usia hampir 40tahun,dengan wajah yang masih mempesona juga tubuh yang tegap dengan aroma khas laki laki,juga harta yang melimpah ,itu pasti membuatku langsung terpesona.Entah apa yang membuatku suka,mungkin sekedar perasaan tertantang karena dia tak sedikit pun mencoba menggodaku,atau melirik tubuhku dengan mata genitnya seperti yang lain.
“Laki laki aneh,yang justru membuatku mengeluarkan “jurus” pesona ku”. Aku memang begitu,jika ada tamu yang memberikan sikap cuek,akan kubuat berlutut memuja ku,dan itu memang tipeku. Aku dikenal sebagai “wanita penakluk”. Dengan tubuh dan wajah oriental yang ku miliki,tak sulit bagiku membuat lelaki buaya,para keparat itu tergila gila padaku.
Deni,aku tau dia pria beristri.Malam itu sehabis menemani dia bernyanyi di karaoke,kami meluncur ke hotel untuk menikmati malam yang tanggung basah.Mungkin jeratku berhasil,mungkin juga tidak.Sikapnya masih biasa biasa saja.Hanya nafsu yang membara karena pengaruh alkohol yang tadi diminumnya.Luar biasa,laki laki ini begitu “luar biasa”.Bisa membuatku meneguk surga dunia.Aku makin terpesona,hingga ku minta dia menghubungiku lagi,jika ia perlu jasa.
Esok dan seterusnya,kami semakin dekat dan akrab.Ada sesuatu yang kurasa berbeda.Satu rasa yang mampu membuat ku menyanyikan lagu cinta sepenuh jiwa.Mungkinkah aku jatuh cinta??Ooooh,pantaskah ???Aku wanita belian merasakan cinta???Tapi sebenarnya dimana letak salahnya??Aku juga manusia.Sebenarnya apa yang salah dengan pelacur??Mengapa kami begitu dihinakan??aku menjerit dalam hati.Mengapa kami harus dtertibkan para petugas??Dimana letak tak tertibnya kami??Setiap malam kami bekerja menjual diri dengan balutan pakaian rapi,berdiri rapi sambil tersenyum menarik hati.Yang kami jual diri kami,apa urusan dengan kalian??Dosa, moral ??Apa yang kami langgar???Asusia,agama???Agama itu apa??Punya siapa??Agama itu punya Tuhan,agama itu pemikiran Tuhan.Siapa yang mampu menyelami pemikiran Tuhan??Mereka yang berkoar suci dan bernurani (kata mereka ) bisa jadi pencuri,korupsi,pemerkosa,bahkan tukang mutilasi.Atau juga bisa jadi mereka ikut membeli kami.Halooo…ini dosa antara kami dan Tuhan kami.Bukan kah petugas lebih baik menertibkan para petinggi yang obral janji dan korupsi??
Oooh sudahlah. Tuhan ,aku tau aku bukan makhluk suci.Tapi benarkah cinta ini??Malam itu kami lalui lagi berdua.Bercinta menggelora penuh asa.Ku ucapkan perasaan ku padanya.Dengan ekspresi dingin ia jawab rasaku yang menggelora.
” Jangan pernah kau samakan aku dengan tamu mu yang lain,aku hanya ingin tubuhmu,tak butuh kata cinta atau tetek bengek dibelakangnya”
Yaa,Tuhan,ooh baiklah kali ini aku bisa mengingat Tuhan lagi.Ya,aku pelacur,lalu salahkah punya rasa yang katanya diberi Tuhan ini??Sudahlah,jika memang sebatas ini.Maka biar aku yang memendam sendiri.
Seminggu berlalu,Deni baru menghubungi lagi.Aku tersenyum,walau masih terasa perih.Temui aku dihotel biasa kita menginap.Baik,kali ini cacian apa lagi yang akan kuterima???Luka mana lagi yang harus menganga.Hebat,benar benar hebat.Laki laki pencinta wanita itu sudah berhasil buatku gila.Setiap malam berharap dia datang dan kami bercinta.Malam ini,aku akan bersikap biasa,tak akan ada lagi kata cinta.Ku ingatkan pada diriku untuk tak lagi mengatakan kata cinta kampungan itu.Ya,sudahlah.Pelacur tak akan pantas dengan laki laki kaya.ooh,ya sudahlah.
Aku menyukai mu,masihkah rasa mu sama untukku??Bagus ,sekarang dia mulai mempermainkan ku.Apa maksudnya berkata begitu??mengejek ku,mengolokku??
“Jangan sakiti aku,aku hanya pelacur,dan aku sudah sadar diri,”
“Tidak,aku salah,ternyata selama ini aku juga menyukaimu,hanya aku terlalu egois mengakui”dia berkata seraya membentakku.
“Lalu,mengapa???Bukan kah aku hanya pelacur,itu yang membuatmu sulit mengakui??
“Jadilah wanita baik baik, berhentilah dari dunia ini,kita jalani hari yang baru” dia merangkulku penuh asa,mendekapku ke dada nya.
“Terima kasih Tuhan,akhirnya aku boleh merasa cinta”.
Tapi jalan tak semulus jalan tol untuk hubunganku dengan Deni.Aku, Donita sipenakluk pria ,punya seribu peminat yang sebagian gila.Ya,mereka terlanjur terhipnotis ketika sedang bercinta.Terlalu terlena dengan rupa yang ku punya.Tapi sekarang aku berbeda,aku Donita.Aku wanita biasa,yang belajar jadi ibu rumah tangga.Karena katanya,Deni laki laki yang kucinta,kami akan segera menikah.Dia sedang mencari waktu yang tepat untuk meminta ijin istrinya.Begitu banyak yang menghampiri ke kontrakan yang disediakan Deni.Silih berganti mereka coba memintaku “melacur” lagi.Dan masalah itu menyulut api antara aku dan Deni.Cemburu nya yang seperti merapi,membuat ku dihadiahi tendangan juga caci maki,Padahal aku tak berbuat apa apa.Masuk keruang tamu pun para bajingan itu tidak.Tapi itulah Deni.Tempramen tinggi,sering dikuasai cemburu dan emosi.Sudah biasa bagiku sejak bulan kedua merasakan kekekaran tangan dan terjangan Deni.Aku cinta,dan aku bertahan.Kini aku kenal Tuhan karena tangannya.Aku tutup auratku dengan berjilbab,aku jadikan diriku Hamba Tuhan juga istri yang menghambakan hati padanya,meski belum ada ikatan pasti.
Satu hal lagi,alasan pertama dia menerima dan memintaku bersamanya bukan karena dia suka.Dia hanya ingin membuat rival kerja usahanya yang juga tergila gila padaku merasa kalah dan jadi pecundang.Rival nya memang mengejarku untuk dijadikan simpanan.Namun ku tolak,karena wajahnya seram juga tak hebat diranjang.Ya,aku memang pelacur bajingan.Berani memilih milih pria beruang yang mampu memberi ku harta juga kasih sayang.Tapi kata Deni kini dia mencintaiku.Sepenuh hati katanya.Dan kali ini murni,karena melihat ku yang sabar menghadapinya.
Hari hari pertengkaran sudah biasa ku lalui dengan Deni.Aku selalu mengalah dan bersabar.Aku tau dia cinta makanya cemburu dan sering tak percaya.Hingga ia putuskan menguji ku dengan caranya.Dia terang terangan bercinta dengan teman lama yang juga bekas pacarnya.Teman lama ku yang masih jadi pelacur.Oooh Tuhanku,sekarang apa???ujian kah atau memang dia belum berubah???Apa karna aku bekas pelacur,tak sedikitpun ia berlembut dan beromantis ria.Sekarang dia terang terangan main gila,ditempat dimana kami saling kenal dan jatuh cinta.Lalu kepada orang orang ditempat terkutuk itu aku dan dia menyatakan diri telah menikah??Baik lah,jika ini ujian Mu Tuhan untuk kesabaranku,aku ikhlas,aku terima.Aku akan prtahankan kan semua.
Hari berlalu,damai dan risuh selalu berganti.Kini kami disini.Dalam kamar sepi yang dingin tanpa api.Aku barusan cek dirumah sakit,dan beritanya sungguh baik dan bagus.Mampu membuat bulu kudukku merinding.Aku dinyatakan terkena penyakit kelamin.ooh,baiklah,aku akan katakan aib ini pada Deni.Sekarang terserah dia,masih ingin bersama ku atau mencari pelacur lain yang masih sehat dan bisa jadi yang dia mau.
Deni,aku bekas pelacur,keadaan ku sudah seperti ini,masihkah kau mau mempersuntingku???
Dari sudut ranjang besi,dengan hawa dingin yang menyentuh tubuh tanpa pakaian ku,kuucapkan kata itu sebelum kami bercinta.Aku tak mau menularinya,biar lah dia yang memilih.Tapi aku sudah tau jawabannya.
Dia masih disudut kamar putih dengan sinar lampu temaram ini.Menyulut rokok nya dalam dan meniup jauh menerawang.
Aku bersiap pergi dari ini kamar.Juga mungkin menjauh dari hidupnya.
ooh deni lelaki yang ku cinta.Yang membuatku mengerti berartinya cinta.Membuatku tau masalah agama yang lama kulupa.Terima kasih untuk waktu yang sementara.Jika kau tak lupa,kita pernah janji akan menikah.Tapi kini sudah,aku tau kau belum berubah.

Artikel Terkait

U-nique copyright© 2012