Beberapa sejarah aliran musik , dan gaya-gaya Photo aliran musik Bandung:
1.HARDCORE
Munculnya musik Hardcore pada tahun
1970-an.Hardcore awalnya berasal dari musik punk, ada 3 Band yang
awalnya membentuk aliran musik hardcore ini. Musik Hardcore ini juga
banyak disebut sebagai musik underground karena kebanyakan komunitas
musik ini tidak dipublikasikan ke masyarakat dan khlayak luas. Orang
tidak akan mengenal siapa sajayang ada di musik Hardcore ini karena
tidak mempunyai karakter yang subjektif, musik punk disini dapat
dipublikasikan dan dapat dikenal dari ciri khas dan gaya - gaya mereka.
dan dikomunitas Hardcore ini tidak memandang profesi siapa dan darimana
asal serta umur orang itu.
Di
aliran musik ini terdiri dari 3 Band yang mendirikannya, Pertama yaitu
Bad Brain yang menyebarkan aliran Hardcore dengan mengadakan konser -
konser disebagian kota, sehingga musik Hardcore dapat dikenal oleh
khalayak dan masyarakat luas.
Kemudian
yang kedua yaitu ada Bad Flag, mereka membentuk aliran ini dengan
merubah aransemen lagu step - step menjadi lebih cepat, sehingga
Hardcore mempunyai karakter musik sendiri.
dan
ketiga adalah Minor Threat pada Band ini yang membedakan antara musik
Punk dan Hardcore dengan menyerukan straight age pada komunitasnya yaitu
dengan mengajak komunitas Hardcore untuk hidup lebih positif karena
pada era tahun 1970-an tersebut banyak pemuda yang menyukai aliran punk
yang meninggal dunia dengan sia - sia dikarenakan Narkoba. Minor Threat
mengajak bahwa Hardcore yang beraliran keras bukan berarti harus memakai
dan menggunakan Narkoba. Straight Age yang kemudian pecah menjadi 2
bagian,yaitu bagian positif yaitu pengikut dari Vegetarian sampai tidak
yang merokok, sedangkan bagian yang Negatif kebalikannya.
2. PUNK
Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup Asek sosial dan politik.
Punk
Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.
Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak Citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.
Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, Anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.
Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.
Gaya Hidup Dan Indeologi
Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).
Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).
Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.
Akibatnya punk dicap sebagai musik rock n� roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.
Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata "ideas" dan "logos" yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek "jor-joran" yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.
Punk dan Anarkisme
Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n� roll. Ideologi Anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.
Di Indonesia, istilah anarki, anarkis atau anarkisme digunakan oleh media massa untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Padahal menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan Asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.
Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.
Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun Perusahan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Punk etika semacam inilah yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri).
Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk .
3. METAL
Heavy metal ditemukan oleh Band veteran Tahun 60'an Steppenwolf, dalam lagu klasiknya yang berjudul 'Born To Be Wild' (ada di baris kedua bait kedua, "dasar maniak barang remeh-remeh!").
"I like smoke and lightning Heavy metal thunder Racin' with the wind And the feelin' that I'm under".
Tapi istilah itu belum dipakai secara tepat sampai pada tahun 1970, ketika Black Sabbath merilis album perdana klasik mereka yang berjudul ' Paranoid'. Cukup banyak band Heavy metal.
Dari tahun 1960-an atau bisa disebut Blues Rock seperti Led Zeppelin, AC/DC Classic metal dan disekitar 60an sampai 70'an atau disebut Classic Rock seperti Black Sabbath, Blue Oyster Cult, Deep Purple, Alice Cooper. Permainan Classic metal dimainkan kadang dengan Organ. Musiknya dikendalikan olehriff yang lebih sering dimainkan dalam tangga nada minor. Vokalisnya juga terpengaruh oleh Led Zeppelin kecuali Bapak metal Ozzy Osbourne yang dipengaruhi oleh Sirene udara.
underground metal
Tempo lagu sangat cepat yang diusung oleh gitaris yang memainkan gitar rhytm Downstroke pada Thrash metal oleh band-band seperti Metallica, Megadeth, Slayer dan Anthrax yang dijuluki Big Four Of Thrash. Di San Francisco ada Testament dan Exodus di New Jersey ada Overkill dan Sepultura dari Brazil, lalu pada tahun 1990'an, underground ini lebih memasuki ke Extreme metal seperti Black metal yang diprakarsai oleh band-band cadas seperti Venom, Mayhem, Bathory, Mercyull Fate dan Death Metal yang cenderung menggunakan vokal dengan growl rendah dan banyak screamnya berkembang pada 1991 menjadi Scandinavian Death metal oleh Entombed, Dismember, Unleashed, dan At The Gates Melodic Death metal yang berasal dari Gothenburg Swedia lalu berkembang di Finlandia dan Norwegia oleh band-band seperti Arch Enemy, Dark Tranquillity, Disessction. Florida Death metal adalah Turunan jenis musik Thrash metal yang berasal dari band Kreator dan Destruction melahirkan band band asal Florida yang terkesan lebih brutal yang menjadi Techical metal di pioniri oleh Cynic (kemudian menjadi berevolusi menjadi Aghora ), Atheist, Immolation, Death. Progressive Death metal yang mungkin lebih cenderung ke visualisasi dan banyak mengunakan Tradisional pun dimaklumi, Pionirnya adalah Opeth, Pestilence, Death, Novembre dan mungkin Progressive metal oleh Dream Theater.
Perbedaannya dengan Power metal adalah genre ini lebih bersemangat dan vokalis genre ini kebanyakan di pengaruhi oleh Rob Halford dan Bruce Dickison band-band genre ini kebanyakan dari Eropa. Misalnya, Europe (Swedia), Iron Maiden (U.K), Helloween (Jerman). Dan Speed metal dimainkan lebih cepat sangat-sangat cepat dan bertenaga seperti Motorhead (akhir-akhir), Iron Angel, Anthrax.
4. ROCK N ROLL
Rock and roll mulai muncul sebagai gaya baru dalam bermusik di Amerika pada akhir tahun 1940-an sebagai percabangan musik country dan western produk budaya orang Amerika berkulit putih, dan musik rhythm and blues (R&B) yang merupakan produk budaya orang Afrika-Amerika. Unsur-unsur rock and roll sebenarnya sudah bisa didengar pada lagu-lagu country tahun 1930-an dan lagu-lagu blues dari tahun 1920-an. Walaupun demikian, genre musik yang baru ini tidak disebut "rock and roll" hingga pada tahun 1950-an. Bentuk awal rock and roll adalah rockabilly yang memadukan unsur-unsur R&B, blues, jazz, dan dipengaruhi musik folk Appalachia serta musik gospel. Bila ditelusur lebih jauh lagi, cikal bakal musik rock and roll bisa ditemukan di daerah slum Five Points, kota New York pada pertengahan abad ke-19. Di daerah tersebut untuk pertama kalinya terjadi percampuran antara tari Afrika yang ritmis dengan musik Eropa, khususnya musik untuk tari rakyat jig asal Irlandia yang sangat melodius.
Penyanyi gospel berkulit hitam dari daerah Selatan Amerika Serikat menggunakan istilah "rocking" untuk menyebut sesuatu yang mirip dengan proses pengangkatan yang akan dialami orang yang percaya di akhir zaman. Istilah "rocking" pada akhir dekade 1940-an menjadi bermakna ganda, "menari" dan juga "seks", seperti pada lirik lagu "Good Rocking Tonight" yang dibawakan pemusik blues Roy Brown. Lagu seperti ini biasanya hanya diputar stasiun radio yang menyiarkan musik orang Afrika-Amerika dan jarang didengar kalangan orang berkulit putih.
Pada dekade 1920-an dan 1930-an, orang kulit putih di Amerika banyak menyenangi pemusik berkulit putih yang memainkan musik jazz and blues milik orang Afrika-Amerika. Musik yang sama namun bila dimainkan pemusik berkulit hitam justru sering tidak mendapat sambutan. Pemusik R&B berkulit hitam yang digemari orang berkulit putih cuma sedikit, di antaranya yang menonjol adalah Louis Jordan, Mills Brothers, dan The Ink Spots. Semasa lagu-lagu baru belum banyak diciptakan, lagu hit di awal era rock and roll banyak merupakan rekaman ulang dari lagu R&B atau blues yang sudah dikenal sebelumnya. Genre musik blues nantinya terus memberi inspirasi bagi para pemusik rock. Pemusik blues bergaya Delta blues seperti Robert Johnson dan Skip James menjadi inspirasi bagi pemusik rock Inggris The Yardbirds, Cream, dan Led Zeppelin.
Pada tahun 1951, Alan Freed, seorang DJ di Cleveland, Ohio mulai memutar jenis musik yang diperkirakannya bisa disukai pendengar dari berbagai kalangan dan ras. Alan Freed disebut-sebut sebagai orang yang pertama kali menggunakan istilah "rock and roll" untuk musik R&B yang gembira dan energetik. Sewaktu bekerja sebagai DJ di stasiun radio WJW di Cleveland, Alan Freed mengadakan konser rock and roll yang pertama. Konser dilangsungkan 21 Maret 1952 dan diberi nama "The Moondog Coronation Ball". Acara dihadiri penonton yang sebagian besar orang Afrika-Amerika, tapi harus diakhiri sewaktu baru saja mulai karena penonton yang luar biasa padat. Setelah konser yang pertama sukses, Alan Freed terus mengadakan berbagai pertunjukan rock and roll yang banyak ditonton orang berkulit hitam dan berkulit putih. Pertunjukan seperti ini membantu penyebaran gaya musik Afrika-Amerika di berbagai kalangan.
Pengamat musik sering berdebat mengenai pemusik yang berhak dicatat sebagai pembuat rekaman rock and roll yang pertama. Sister Rosetta Tharpe sudah merekam musik yang penuh dengan teriakan dan hentakan pada tahun 1930-an dan 1940-an. Gaya bermusiknya mirip dengan ciri khas rock and roll di pertengahan tahun 1950-an. Sister Rosetta sudah menduduki tangga lagu pop pada tahun 1938 dengan lagu-lagu berirama gospel seperti "This Train" dan "Rock Me", serta dilanjutkan pada tahun 1940-an dengan "Strange Things Happenin Every Day", "Up Above My Head", dan "Down By The Riverside". Pemusik lain yang menyanyikan lagu gospel/blues dengan iringan piano boogie adalah Big Joe Turner dengan "Roll 'em Pete". Lagu ini direkamnya pada tahun 1939, tapi hampir-hampir tidak bisa dibedakan dengan gaya rock and roll tahun 1950-an. Artis yang merilis rekaman mirip rock and roll pada dekade 1940-an dan awal tahun 1950-an, di antaranya: Roy Brown ("Good Rocking Tonight", tahun 1947), Paul Bascomb ("Rock and Roll", 1947), Fats Domino ("The Fat Man," 1949), Big Joe Turner ("Honey, Hush", 1953, dan "Shake, Rattle and Roll", 1954), serta Les Paul and Mary Ford ("How High the Moon," 1951).
Artikel majalah Rolling Stone terbitan tahun 2004 menyatakan singel pertama Elvis Presley produksi Sun Records yang berjudul "That's All Right (Mama)" adalah rekaman rock and roll yang pertama.[1]. Sementara itu, lagu hit "Bo Diddley" dan "I'm A Man" oleh Bo Diddley dikatakan sebagai perintis beat baru yang menghentak, serta memperkenalkan cara bermain gitar yang unik dan menjadi inspirasi bagi pemusik lain.
Lagu "Rock Around the Clock" oleh Bill Haley adalah lagu rock and roll pertama yang menduduki puncak tangga lagu majalah Billboard untuk angka penjualan dan jumlah pemutaran lagu (airplay) di radio. Bill Haley membuka pintu bagi gelombang baru kebudayaan pop yang disebut rock and roll. Pemusik-pemusik lain yang menciptakan lagu hit di periode awal rock and roll adalah Chuck Berry, Little Richard, dan kelompok vokal bergaya doo-wop. Sementara itu, di dunia musik pop berjaya para penyanyi yang sudah menjadi bintang sejak dekade sebelumnya, misalnya Eddie Fisher, Perry Como, dan Patti Page. Di periode awal rock and roll, mereka mulai menemui kesulitan menempatkan lagu-lagu pop di tangga lagu akibat terhalang lagu rock and roll.
Musik rock and roll dan boogie woogie keduanya menggunakan satu bar (birama) delapan ketuk dan sama-sama memainkan progresi kord blues 12-bar. Walaupun demikian, rock and roll lebih menekankan pada backbeat dibandingkan boogie woogie. Little Richard memadukan piano boogie-woogie dengan backbeat yang berat dan menyanyikannya dengan suara berteriak akibat terpengaruh gaya menyanyi musik gospel. Pemusik seperti Ray Charles dan Smokey Robinson memuji gaya bernyanyi Little Richard yang dikatakannya membawa warna baru dalam musik. James Brown memuji Little Richard sebagai pemusik yang pertama kali memasukkan unsur musik funk ke dalam beat rock and roll. Elvis Presley turut menyebut Little Richard sebagai sumber inspirasi. Walaupun demikian, perpaduan unsur-unsur musik seperti yang dilakukan Little Richard bukan hal yang baru. Sebelum Little Richard, sudah banyak sekali pemusik yang melakukan hal yang sama, misalnya Esquerita, Cecil Gant, Amos Milburn, Piano Red, dan Harry Gibson. Gaya liar Little Richard dalam berteriak dan menyerukan "wuuu wuuu," sebenarnya sudah digunakan Marion Williams dan banyak lagi penyanyi gospel wanita pada tahun 1940-an. Roy Brown juga sudah meneriakan "yoooooww" jauh sebelum Richard melakukannya dalam lagu "Ain't No Rockin no More".
5. EMO
Emotion
yang berarti emosi adalah sebuah bentuk pengungkapan jiwa. Bermain
musik dapat dikatakan sebuah pengungkapan jiwa dari karakter yang
memainkannya. Seiring perkembangan jaman menghadirkan sebuah bentuk
perpaduan dari aliran musik dan menciptakan sesuatu aliran atau trend
bermain musik yang baru dan dikatakan oleh media sebagai Musik Emo.
Diartikan dari akronim Emotional. Sebagian orang mengatakan Musik Emo
sebagai perpaduan dari permainan musik Hardcore dan Punk. Penamaan Musik
Emo sendiri diberikan oleh kalangan media. Musik Emo sedang trend saat
ini, dan banyak sekali Band-band baru di berbagai pelosok dunia yang
memainkan musik ber-genre ini.
Sebenarnya
siapa asal mula pencetus genre Musik Emo dan bagaimana perkembangannya
dari masa ke masa? berikut akan saya jelaskan sedikit mengenai sejarah
Musik Emo.
1980an
Setelah
bubarnya Minor Threat pada akhir 1983, scene hardcore-punk
Washington.DC yang sedang bergaung dan meledak di 1981 nampaknya
mengalami kejenuhan dan kehabisan ide segar dalam sound DC hardcore yang
established. Piringan hitam paska bubar sang Minor Threat 7" "Salad
Days" rilis pada 1984 dan akhirnya menancapkan nisan pada scene DC
hardcore-punk.
Band
- band di seantero negeri mulai mengkasting hal - hal baru untuk
ditawarkan. DRI dan Bad Brains mulai memainkan cheeze-metal, band-band
New York mulai melakukan moshing yang brutal, 7Seconds mulai terdengar
jangly U2 alternative, dll. Perubahan paling mendasar pada D.C. adalah
terhadap melodic rock dengan punk sensibilities dengan kata lainnya
semacam new wave atau ini mungkin yang di britania raya disebut era
Post-punk namun karena di amerika yang berada pada titik kulminasi
adalah hardcore punk maka media menyebutnya era Post-Hardcore.
1984
menandai rilisnya Zen Arcade oleh band Minneapolis Hüsker Dü,
mendokumentasikan sound yang lebih matang menggabungkan amarah,
pembawaan vokal yang intense and gitar yang menderu layaknya motor
dengan tempo rock yang dipelankan dan songwriting melodik yang lebih
rumit.
Pada
musim semi 1984, sebuah band bernama Rites Of Spring terbentuk dari
anggota - anggota The Untouchables/Faith dan Deadline. Band ini
membawakan kecepatan punk and disonansi suara.Namun membawa pendekatan
vokal yang sama sekali belum pernah ada terhadap campuran ini. Sang
vokalis Guy Picciotto membawa sebuah gaya-kehabisan-nafas punk setiap
saat, sembari tenggelam secara intens dalam lirik yang personal
ditingkahi dengan emosi dan keringat. Suaranya pecah pada momen klimaks
menjadi rontaan serak, berkerikil layaknya jalan dan penuh
penjiwaan.Untuk kemudian gaya ini diteruskan pada bandnya paska Rites Of
Spring dengan gitar lebih mengawang melodis dan lebih indie-rock yaitu
One Last Wish.Dengan penulisan lirik lebih fokus pada pertemanan dan
cinta yang ditulis dengan indah penuh metafora.
Musim
panas 1985 menjadi dikenal dengan "Revolution Summer" ketika gelombang
baru band - band dengan rock-tempo, melody based, vocal bernyanyi
terbentuk dari kumpulan musisi DC punk dengan sound rock beragam -
Three, Gray Matter, Soulside, Ignition, Marginal Man, Fire Party, Rain,
Shudder to Think, dll. Beberapa band tetap membawakan sound fast
hardcore punk-based dengan pendekatan vokal yang baru, Dag Nasty menjadi
perkecualian yang terlihat.
Vokalis
Minor Threat, Ian MacKaye, bernyanyi pada band Embrace (bandingkan
dengan nama DC bandnya sebelumnya - Minor Threat, Void, and State Of
Alert) yang mana liriknya emosional dan secara mendalam mempertanyakan
diri(filosofis berbau pencarian jati diri) ,namun masih jernih dan tak
ambigu. Secara musikal, grup ini(dibentuk oleh sebagian besar anggota
ex-Faith) menulis musik midtempo, somewhat jangly dengan banyak melodi
dan hook gitar pop . Vokal MacKaye mendapat trademarknya yaitu deklamasi
tegas dengan hanya sesekali percikan emosional yang muncul.
Beberapa
sound dari band-band ini kemudian dikenal sebagai "suara D.C" klasik.
Beberapa darinya secara turunan dilabeli "emo," sebagai kependekan untuk
"emotional.".entah berasal darimana istilah ini, namun ada rumor bahwa
istilah ini terdengar ketika Guy Picciotto pertama bermain salah seorang
penonton berkata "oh God,your singing is so "emotional" . Lainnya
dikatakan bahwa istilah ini muncul pertama saat interview Ian Mackaye
dengan majalah Flipside . Tak lama kemudian DC bands mendapatkan label
"emo-core."
Sesaat
setelahnya (1986), beberapa band mulai untuk fokus pada elemen "emo"
itu sendiri. The Hated di Annapolis (dekat D.C.) nampaknya menjadi
post-Rites of Spring pertama yang melakukan ini. Setelah itu, Moss Icon
muncul di kota yang sama. Moss Icon mengejawantahkan elemen "emo" sampai
pada intinya ,dan memberikan beberapa melodi gitar yang mendetail,
terarpeggiasi (oleh Tonie Joy, nantinya bergabung dalam Born Against,
Lava, Universal Order of Armageddon, dll.) dengan fokus pada dinamisme
keras/pelan. Vokalnya pula, sebuah gebrakan baru dengan membangun
teriakan aktual di-puncak-nafas pada klimaks lagu.
Moss
Icon, sebuah band yang relatif terkenal dan menjalankan beberapa tur,
memperkenalkan kepada scene punk pada musik yang core emphasis pada
emosi daripada energi punk. Mungkin Rites Of Spring memperkenalkannya
namun Moss Icon menyempurnakannya. Nantinya emo bands akan terpengaruh
secara berat dari dinamisme Moss Icon , gaya guitar ,dan pembawaan
vokalnya.
1990an
Tak
nyaman rasanya membicarakan emo 90an tanpa Jawbreaker dan Sunny Day
Real Estate. Jawbreaker dengan rilisan 1992nya yaitu Unfun dan Sunny Day
Real Estate dengan rilisan sub pop 1994 yaitu Diary ikut merasakan
getah dari new emerging punk hero yaitu Nirvana dengan Nevermindnya.Ya
"emo" perlu menyatakan terima kasihnya atau kekesalannya pada media 90an
yang mendewa-dewakan grunge scene yang ikut mengimbas pada scene emo
yang saat itu sebuah populasi besar yang terabaikan.Jawbreaker dianggap
sebagai batu loncatan dari emo kontemporer, besar dari scene HC-PUNK San
Fransisco,mereka menggabungkan nafas hardcore-punk dengan sensibilitas
pop-punk yang terlihat pada irama dan gaya bernyanyi Blake Schwarzenbach
yang cenderung street punk namun masih in tune dengan lirik yang
bertemakan frustasi dan introspeksi diambil langsung dari buku hariannya
sendiri menjadi magnet yang universal bagi fans dan penonton.Blake juga
sebagai "emo" idol pertama karena fans lebih relate kepada sosoknya
daripada lagu itu sendiri.
Album
"24 hour revenge therapy" menjadi yang paling disukai dan favorit fans
.Kemudian mereka mengikat kontrak dengan Geffen Record untuk merilis
album major "Dear You". Mereka beberapa kali tur dengan Green Day dan
Nirvana namun album mereka secara luas kurang diminati.Kemudian Blake
membentuk band lain di bawah nama Jets to Brazil yang kemudian bubar
pada tahun 2003.Mungkin keberadaan mereka kurang terlihat massa namun
banyak band-band setelahnya mencatut nama Jawbreaker sebagai
influencenya.
Sebaliknya
Sunny Day Real Estate berkebalikan dengan image Jawbreaker yang tegas
dan hantam kromo dengan kurangnya skill mereka.SDRE terdiri dari
personil yang melek musik dan berkemampuan tinggi , alat mahal dan
ambisi musikal besar. Dengan pembawaan musik yang lebih mendayu namun
tetap keras terkadang hampir seirama dengan Nirvana. pada album
Nevermind .Jeremy Enigk sang vokal bernyanyi dengan falsetto terkadang
seperti menenggelamkan diri dalam lirik yang pretensius romantik.Inilah
yang membuat emo semakin diasosiasikan dengan lirik cinta dengan balutan
hardcore-punk slow tempo melodis daripada akar politis punk rocknya
yang dulu masih terdengar pada Rites Of Spring,Gray Matter dan Embrace.
.ini cuman intin dari aliran musik gan sebenernya di Bandung masih banyak aliran-aliran musik yang sangat poluler .
tunggu oke aja gan sisanya kami bakal segera terbitkan !














