Minggu, 12 Februari 2012

PIDATO BUNG KARNO : GANYANG MALAYSIA !!!


Pidato Bung Karno tentang GANYANG MALAYSIA banyak dicari akhir-akhir ini, sayang cari video pidato Bung Karno Ganyang Malaysia di youtube gak nemu, mungkin karena memang gak ada video yang terekam saat peristiwa itu.
Seperti diketahui, reaksi keras muncul dari banyak elemen rakyat Indonesia terhadap aksi penangkapan tiga petugas DKP Indonesia oleh Kepolisian Perairan Malaysia pada 13 Agustus 2010. Rakyat geram sebab 3 petugas DKP tersebut dinilai tidak bersalah.

Kepolisian Malaysia dinilai telah melecehkan Negara Indonesia karena aparat DKP tersebut ditangkap saat bertugas menangkap 7 nelayan Malaysia yang mengeruk ikan dialam wilayah kedaulatan Indonesia di sekitar perairan Berakit, provinsi Kepulauan Riau.

Langkah diplomasi kemudian dilakukan pemerintah Indonesia, dan terjadilah pertukaran. Para petugas DKP itu dibebaskan Malaysia saat Indonesia juga membebaskan tujuh nelayan Malaysia tersebut. Pertukaran yang tidak seimbang ini dianggap sejumlah elemen rakyat, termasuk anggota DPR, sebagai langkah lembek pemerintah Indonesia. Indonesia dinilai tunduk pada Malaysia yang sebenarnya dalam posisi pihak yang bersalah.

Malaysia berkali-kali melakukan hal-hal yang mengusik rasa kebangsaan Indonesia. Diantara yang kurang ajar, klaim Malaysia terhadap Batik, Reog Ponorogo, Angklung, dan lagu Rasa Sayange. Apa yang dilakukan Malaysia, jelas Pramono, telah menunjukkan sudah tidak sebagai negara serumpun.
Meskipun perang selalu membawa penderitaan rakyat namun harga diri bangsa kita akankah kita obral begini? apakah akan menimbulkan rasa kasihan? Hmmmm dikasihani sangat mengenaskan, lebih baik dipandang sebagai singa terluka dibanding dipandang sebagai babi gemuk. Iya gak?
Kita lihat saja bagaimana pada saat negara juga tidak stabil Bung Karno berani bersikap tegas. Jargon Ganyang Malaysia menggema di Indonesia karena merupakan judul pidato Bung Karno pada 12 April 1963. Pidato itu sebagai respons atas demonstrasi anti Indonesia di Kuala Lumpur. Kala itu, para demonstran Malaysia menyerbu gedung Kedutaan Besar RI di sana, merobek-robek foto Bung Karno, serta lambang Negara Garuda Pancasila diinjak-injak. Amarah Bung Karno pun meledak, yang ditumpahkan dalam pidato Ganyang Malaysia itu.

Berikut isi pidato Presiden Soekarno Ganyang Malaysia , yang bersejarah itu:
Kalau kita lapar, itu biasa
Kalau kita malu, itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!
Kerahkan pasukan ke Kalimantan, hajar cecunguk Malayan itu!


Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysia keparat itu
Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan, serukan ke seluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini. Kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo... ayoo... kita... Ganyang...
Ganyang... Malaysia
Ganyang... Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita baja
Peluru kita banyak
Nyawa kita banyak
Bila perlu satu (lawan) satu!


 Hmmm... terlepas dari kondisi kita saat ini, namun harus diacungi jempol bagaimana Bung Karno yang justru dari kalangan sipil bertindak benar-benar laksana Panglima Perang Pemberani. Bagaimana menurut Anda ?

Artikel Terkait

U-nique copyright© 2012